Merbabu Part 2 (New Selo)



Part 2
          Melewati bangunan hill top gancik, kami mulai di suguhi dengan jalanan setapak. Perlahan lahan kami menyusurinya. Perjalanan ini mudah saja kami lewati dan kami pun sudah memasuki kawasan hutan nasional.

     
         Cukup 15menit beristirahat kami mulai melakukan perjalanan lagi. Menuju hutan kayu cemoro duri jalannya masih tidak terlalu berat, landai dan sedikit tanjakan. Sampai di hutan kayu cemoro duri ini sekitar jam 15.00 sore. Disini pemandangannya agak menyeramkan sih menurut saya, mungkin karena sudah sore agak mendung pula, jadi terlihat mistis. Perjalanan terus kami lanjutkan menyusuri hutan kayu cemoro duri. Jalanan yang kami lewati masih tidak terlalu sulit juga, kadang ada jalanan landai, jalan menanjak tapi tak terlalu ekstrem, ada jalanan yang menurun. Tak membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melewati hutan kayu cemoro duri ini, kami sampai di pos 1 dan memutuskan beristirahat disana. Ada cerita menarik nih di pos satu, disitulah temanku folta dan prianto berdamai dengan pendaki lain asal jakarta dan jawa timur, hehe. Sebelumnya pendaki asal jakarta dan jatim ini mengira kalau folta dan prianto adalah anak kembar (mungkin karena memakai kupluk yang sama). Karena kami dan pendaki asing itu tadi saling salip menyalip dalam melakukan perjalanan, hehe..seru juga sih temanku yang dari kebumen bahasanya ngapak dan pendaki asing itu bahasanya yang agak medok gimana gitu. Membuat suasana ramai dan saling akrab. Lanjut di pos satu, setelah perdamaian itu kami dan pendaki asing itu memutuskan untuk melanjutkan pendakaian bersama, haha dapat teman baru lagi nih. Meninggalkan pos satu menuju pos dua, jalanan yang di lalui cukup melelahkan, banyak tanjakan disini dan kami sering mengambil istirahat. Beberapa menit beristirahat kami mulai berjalan lagi, hari mulai petang dan cuaca agaknya semakin mendung dan benar saja hujan rintik rintik mulai berjatuhan. Hawa dingin mulai menyelimuti kami dan kami pun bergegas untuk terus melanjutkan perjalanan agar lekas sampai di pos dua. Setelah melewati tanjakan yang penuh liku nan mesra, haha...kami pun sampai di pos dua. Ternyata ada tenda pendaki lain disana, jadi kami memutuskan untuk beristirahat beberapa meter ke depan dari pos dua. Dari pos dua, kami sudah dapat melihat macam tanjakan yang akan kami lewati nantinya. Bikin melongo deh pokoknya. Tanjakan seperti dari sabana menuju puncak. Tak lama beristirahat, kami lanjut lagi. Hari semakin gelap dan hujan pun mulai mengguyur lagi, lumayan deras pula. Bismillah, kami mulai penanjakan menuju pos 3, dengan memakai mantol dan menghidupkan senter, kami terus menanjaki tanjakan ini. Kami memilih jalan tepi, kalau lewat jalan tengah terlalu berbahaya karena licin di tambah air hujan yang melewatinya, seperti air sungai saja. Setapak demi setapak kami mulai melewatinya, sesekali teman kami terjatuh karena terpeleset. Di tengah-tengah tanjakan, kami memutuskan untuk beristirahat sebentar. Air semakin deras mengalir dari atas, dinginnya baru terasa setelah kami beristirahat. Tak mau lama-lama, kami lanjut lagi. Di antara teman yang lain, hanya akulah yang paling agak lama dalam menaiki tanjakan ini. Yanti dan rudy sudah sampai atas duluan, sedangkan aku masih di bantu folta dan prianto dalam menaiki tanjakan. Prianto berada di depanku, mengambil ancang-ancang serta mengulurkan tangannya untuk membantuku naik. Kalau folta berada di belakangku, menjaga agar tidak terpeleset. Begitupun seterusnya sampai akhirnya aku berhasil melewati tanjakan itu dengan selamat. Aku, prianto dan folta terus berjalan sampai akhirnya kami menemukan teman kami, yanti dan rudy yang sedang beristirahat. Sebelum sampai di pos 3, kami berdebat panjang karena hari sudah malam, lelah yang dirasa sudah cukup, dingin yang tak lagi bisa di tahan, sedangkan prianto dan folta bilang pada temannya yang akan menyusul untuk mendirikan tenda di pos 3. Akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan tenda disini, sebelum di pos 3 karena di dukung dengan keadaan yang tidak memungkinkan. Kami mendirikan 2 tenda, tenda besar porsi 5-6orang untuk para lelaki sedangkan tenda kecil porsi2-3orang untuk para wanita. Setelah tenda berdiri, semua peralatan memasak dan perlengkapan tidur mulai di keluarkan. Yanti yang sedari tadi menggigil kedinginan memutuskan untuk ganti pakainan, para lelaki menyiapkan makanan dan minuman hangat. Dengan berselimut sleeping bag saja, aku dan yanti masih menggigil kedinginan. Akhirnya aku dan yanti di buatkan jahe hangat dan mie rebus oleh para lelaki. Perlahan-lahan badanku mulai kembali pulih, sedang yanti masih tetap kedinginan. Aku mencoba memberikan salon pas, minyak kayu putih dan obat-obat lain padanya, bahkan memeluknya sambil tidur agar tidak terkena hypotermia. Aku pun ikut tertidur pula, hehe. Sekitar jam 10 malam, aku mendengar kegaduhan dari luar. Ternyata ketiga teman yang menyusul tadi berhasil menyusul dan menemukan tenda kita, alhamdulillah. Aku dan yanti di bangunkan untuk pindah posisi tenda. Awalnya aku dan yanti memakai tenda porsi besar. Setelah bertukar tenda, aku yanti melanjutkan untuk tidur, saking lelahnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Translate

About