Mt. Merbabu via New Selo
Part 1
16 Agustus 2016 adalah hari yang ku
tunggu karena di hari itu aku akan melakukan pendakian pertamaku ke gunung
merbabu, sekaligus merayakan kemerdekaan Indonesiaku tercinta hehehe... aku
berangkat dari solo bersama temanku, lagi-lagi bersama rudy dan yanti. Tapi
pendakian kali ini aku di temani oleh teman-teman yanti yang berasal dari
Kebumen. Singkat cerita sih yang ngajak pendakian ini tuh mereka, teman-teman
yanti yang dari Kebumen. Akunya cuma ngikut doang hehe...
Lanjut lah... aku, yanti dan juga rudy
berangkat dari solo pada pukul 09.30 pagi. Karena terakhir kontak bersama
teman-teman kebumen, mereka berangkat pada pukul 06.30 pagi. Dari solo ke
kartasura berjalan lancar, dari kartasura ke boyolali lancar jaya juga sih dan
disinilah aku bersama teman-temanku berpapasan dengan sesama pendaki lainnya
yang ingin mendaki merbabu juga..asyikkk ada teman baru, kenalan baru, gebetan
baru..upsss... sempat ngobrol juga sih di lampu merah tapi bentar aja karena
lampu sudah ganti hijau, waktunya jalan lagi. Akhirnya kami pun berpisah dari
teman kenalan di jalan tadi, yaaa syuudah mungkin belum jodoh, hihihi. Ku
teruskan perjalananku ke basecamp selo, tak ku sangka ada juga kendala yang
terjadi. Aku yang berboncengan dengan yanti terpisah dengan rudy yang membawa motor
sendiri, habisnya rudy cepet banget sih bawa motornya. Aku dan yanti berusaha
mengikuti kata hati dan mengikuti jalan yang ada. Setelah beberapa meter
kedepan aku melihat rudy sudah menungguku di pinggir jalan, takut kehilangan
jejak dia, haha. Menuju basecamp selo, kami di suguhi dengan jalanan yang
lumayan parah dan masih dalam perbaikan. Disinilah motorku hilang kendali, aku
hampir menyenggol motor lain dan jatuh. Tapi untunglah masih bisa untuk di
tangani. Lanjut jalan lagi deh. Dari kejauhan aku sudah dapat melihat tulisan
basecamp selo, pikirku sudah senang karena sudah sampai tempat tujuan. Ehh
ternyata masih ada jalan yang naik lagi. Sabarr.. tak sampai 15 menit kami pun
di berhentikan oleh sekelompok warga. Ternyata disitulah tempat pendaftarannya.
Kami di kasih dua pilihan, mau mendaki jalur selo lama atau jalur selo baru.
Kami pun bingung, lantas kami pun bertanya adakah teman dari kebumen yang sudah
melakukan pendaftaran. Setelah di cek, ternyata belum ada teman dari kebumen
yang melakukan registrasi. Pikir kami mungkin mereka belum sampai. Kami pun
memutuskan untuk beristirahat sejenak di pos pendaftaran. Sambil menghubungi
teman kami. Setelah ngecek HP, ternyata teman kami berangkat pada pukul 09.00
pagi. Kami agak uring-uringan disitu. Akhirnya rudy memutuskan untuk melakukan
pendaftaran dulu dan menitipkan pesan kepada petugas pendaftaran jika teman
dari kebumen datang, kami sudah menunggunya di basecamp dan kami memilih jalur
selo baru, hill top gancik. Akhirnya pada pukul 10.45 kami tiba di basecamp
darwis II, kami beristirahat sejenak sambil mengisi perut dengan nasi goreng,
hehe. Tak terasa waktu menunjukan pukul 12.30, kami baru sadar, teman kami dari
kebumen kok belum datang juga. Yanti pun menghubungi mereka, namun karena
keterbatasan sinyal jadi agak susah nyambung koneksinya. Setelah berulang kali
di coba, akhirnya ada juga sinyal yang nyantol, alhamdulillah. Dan disitulah
ada pesan masuk yang mengabarkan kalau teman kami dari kebumen nyasar ke jalur
pendakian gunung merapi via selo, haduuuhhh. Akhirnya kami harus menunggu lagi.
Dan tak ku sangka, aku bertemu lagi dengan pendaki yang tak asing yaitu mereka
yang ku temui di jalan dan ngobrol di lampu merah, hehe...jodoh kali yaa. Pendaki
itu menawarkan untuk mendaki bersama, ehh modus lhoo mas. Aku hanya tersenyum
dan mengangguk saja.
Akhirnya teman kebumen yang di
tunggu-tunggu datang juga, pada jam 13.10, alhamdulillah. Tapi ternyata hanya
dua orang saja yang datang, yang tiga lainnya menyusul karena masih ada
keperluan. Teman dari kebumen ini namanya folta dan prianto. Mereka
beristirahat sejenak sambil mengecek ulang barang-barang yang di bawa. Tepat
pukul 13.30 kami pun berangkat mendaki, bismillah. Tapi, tadi yang ngajak
mendaki bareng kok sudah mendaki duluan yaa, hehe. Perjalanan kami di awali
dengan jalan yang mulus tapi naik terus, yaa..namanya juga jalanan di gunung.
Sesekali kami beristirahat, itupun yang meminta aku, hehe. Beberapa menit
mengambil istirahat, kami mulai jalan lagi. Sapaan pendaki lain silih berganti,
membuat suasana semakin hangat saja, hehe. Eh..di tengah perjalanan menuju
bukit hill top gancik, kami berpapasan lagi dengan pendaki lampu merah, itu
lhoo yang ngobrol di lampu merah tadi. Cukup menyapa dan tersenyum, kami
mendahului mereka yang sedang beristirahat. Ternyata di bukit hill top gancik
ini ramai juga yaa, entah itu pendaki atau orang-orang yang ingin liburan.
Menuju bangunan hill top gancik ini masih ada lhoo warung makan di pinggir
jalan. Oh iyaa..sampai lupa, di bukit hill top gancik ini selain untuk jalur
pendakian juga sebagai tempat wisata lhoo. Ada bangunan bertingkat dari kayu,
ada tulisan hill top gancik yang lumayan besar disana. Namun, aku tidak sempat
bertanya apa arti hill top gancik itu. Bagus sih bangunannya, cocoklah buat
para anak muda yang ingin berduaan sama kekasihnya sambil liat-liat pemandangan
alamnya, hehe baper saya, maklum masih single. Lanjut lagi yaa ke pendakian
saya dan juga teman-teman. Ketika kami sampai di bangunan hill top gancik, kami
beristirahat sebentar. Dari hill top gancik inilah pendakian sebenarnya di
mulai.



0 komentar:
Posting Komentar